ini kisah seorang anak manusia,, yang ditakdirkan menjalani garis hidup yang belum tentu semua orang mampu n kuat menghadapinya..
ku tulis kisah ini hanya secara singkat,, namun dengan harapan semoga kita bisa mengambil ibroh darinya..
dia hanyalah seorang lelaki biasa, tentu tidak punya kekuatan super. dia lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang sangat kaya raya. salah satu hal yang patut untuk disyukuri adalah orang tuanya bukanlah seorang kaya yang sombong seperti kebanyakan orang kaya lainnya.
masa kecil dia lalui dengan bahagia. ayah dan ibunya termasuk tampan dan cantik, maka jadilah dia seorang anak lelaki yang ganteng.
tapi kebahagiaan yang dia rasakan tak berlangsung lama. saat dia kelas 6 sd peristiwa itu terjadi. mobil yang dikendarai oleh ayahnya mengalami kecelakaan. di dalam mobil itu pula dia dan ibunya berada. maka takdir Alloh menggariskan dia menjadi seorang piatu saat itu juga. tentu dia tak siap menghadapinya. yang dia rasakan hanyalah rasa kantuk yang menyebabkan dia tertidur di kursi bagian tengah,, kemudian dia bangun setelah semuanya terjadi, tanpa sempat ia menyadari bahwa saat-saat dia sebelum tidur itulah sekaligus saat terakhirnya melihat sang ibu dalam keadaan hidup.
anak mana yang tak sedih mengalami kejadian itu secara tiba-tiba?? anak mana yang siap ketika ditinggal oleh ibunya?? itu pula yang dia rasakan. dia sangat-sangat kehilangan ibunya. dia kesepian. dia menangis menginginkan ibunya kembali..
selanjutnya,, kehidupannya diasuh oleh neneknya sebagai pengganti ibunya. ayahnya belum mau menikah lagi sampai beberapa tahun. jadilah dia kesayangan sang nenek.
....... (bersambung part 2)
Tampilkan postingan dengan label Gugur daun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gugur daun. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 September 2010
Rabu, 25 Agustus 2010
hati
hati tak bisa berbohong dan tak bisa dibohongi,
tak seperti lisan yang bisa saja berkelit
namun kejujuran hati bukanlah yang memperturutkan hawa nafsu,
meski kau berlinang air mata menahannya
tak berharga sedumu,
tak berdaya sendumu,
maka kembalikanlah hatimu pada-Nya
tak seperti lisan yang bisa saja berkelit
namun kejujuran hati bukanlah yang memperturutkan hawa nafsu,
meski kau berlinang air mata menahannya
tak berharga sedumu,
tak berdaya sendumu,
maka kembalikanlah hatimu pada-Nya
Sabtu, 27 Maret 2010
heran
mengapa selalu berujung "perdebatan" ketika berniat untuk menyampaikan kebenaran?
beberapa teman yang kulihat, mereka seperti "menjelek-jelekken" teman lain yang tak sepaham dengan dia. tentunya yang ia "jelekkan" adalah pemahaman temannya itu. temannya tentu tak terima. gantilah temannya itu "menjelek-jelekkan" dia juga. dan akhirnya,,tujuan semula yang ingin menyampaikan kebenaran berubah menjadi ajang saling menjelekkan dan debat. hhh,, mengapa harus demikian? aku pun tak tau.. yang ku tau,, Rosululloh tak pernah mencontohkan metode debat untuk menyampaikan kebenaran (baca: dakwah). bukankah beliau shollallohu 'alaihi wa sallam menyuruh agar berdakwah dengan hikmah?
fenomena yang ku herankan juga, beberapa penuntut ilmu kok terkesan "kurang bijaksana" dalam berdakwah di lingkungan kecil mereka? kata-kata yang kurang halus, langsung men'judge' orla/kelompok lain, dsb. kalo gitu, gimana mereka mau membuka hati untuk kebenaran yang disampaikan? yang ada mereka malah makin "benci" dengan dakwah ini. mengapa malah jadi seperti itu?? ah, aku bingung.. aku tak mengerti..
yang aku tau: aku harus makin giat menuntut ilmu, makin giat baca buku/kitab, makin giat hafalan, makin giat ibadah-ibadah yang lain.. aku harap aku bisa mengamalkan ilmu yang ku punya -walo cuma sedikit- dan semoga diterima-Nya. amin
untuk saudara-saudaraku sesama penuntut ilmu,, berdakwahlah dengan hikmah seperti yang Rosululloh ajarkan,, supaya saudara-saudara kita yang belum mengerti dengan manhaj yg haq ini bisa terbuka hatinya, bisa menerima apa yang kita sampaikan..
-kadang terbersit dalam hati ini untuk bisa seperti kalian, namun ilmu yang tak mumpuni serta ketakutan akan salah dalam menyampaikan selalu membuat ku hanya bisa "diam". terlalu banyak pertanyaan di otakku yang belum bisa terjawab. semua fenomena di sekitarku membuat diri ini merasa tak boleh "diam"-
Ya Robbi,, tambahkanlah kepadaku pemahaman akan dien-Mu ini..
beberapa teman yang kulihat, mereka seperti "menjelek-jelekken" teman lain yang tak sepaham dengan dia. tentunya yang ia "jelekkan" adalah pemahaman temannya itu. temannya tentu tak terima. gantilah temannya itu "menjelek-jelekkan" dia juga. dan akhirnya,,tujuan semula yang ingin menyampaikan kebenaran berubah menjadi ajang saling menjelekkan dan debat. hhh,, mengapa harus demikian? aku pun tak tau.. yang ku tau,, Rosululloh tak pernah mencontohkan metode debat untuk menyampaikan kebenaran (baca: dakwah). bukankah beliau shollallohu 'alaihi wa sallam menyuruh agar berdakwah dengan hikmah?
fenomena yang ku herankan juga, beberapa penuntut ilmu kok terkesan "kurang bijaksana" dalam berdakwah di lingkungan kecil mereka? kata-kata yang kurang halus, langsung men'judge' orla/kelompok lain, dsb. kalo gitu, gimana mereka mau membuka hati untuk kebenaran yang disampaikan? yang ada mereka malah makin "benci" dengan dakwah ini. mengapa malah jadi seperti itu?? ah, aku bingung.. aku tak mengerti..
yang aku tau: aku harus makin giat menuntut ilmu, makin giat baca buku/kitab, makin giat hafalan, makin giat ibadah-ibadah yang lain.. aku harap aku bisa mengamalkan ilmu yang ku punya -walo cuma sedikit- dan semoga diterima-Nya. amin
untuk saudara-saudaraku sesama penuntut ilmu,, berdakwahlah dengan hikmah seperti yang Rosululloh ajarkan,, supaya saudara-saudara kita yang belum mengerti dengan manhaj yg haq ini bisa terbuka hatinya, bisa menerima apa yang kita sampaikan..
-kadang terbersit dalam hati ini untuk bisa seperti kalian, namun ilmu yang tak mumpuni serta ketakutan akan salah dalam menyampaikan selalu membuat ku hanya bisa "diam". terlalu banyak pertanyaan di otakku yang belum bisa terjawab. semua fenomena di sekitarku membuat diri ini merasa tak boleh "diam"-
Ya Robbi,, tambahkanlah kepadaku pemahaman akan dien-Mu ini..
Sabtu, 13 Maret 2010
Sabtu, 27 Februari 2010
Kaget super kaget
Sesak lg utk kesekian kali. Dalam 1hr ni, aku mendapat 2 kabar mengejutkan sekaligus! Terjadi percakapan serius utk kabar 1. Sebuah kabar ttg saudariku yg menjadi kontroversi d keluarga besar. Jadilah aku yg diintrograsi. Perlahan n hati2 ku jawab semua pertanyaan itu. Berusaha utk jujur tp tetep menjaga sesuatu yg sebenernya tjd agar tak diketahui saat ini. Alhamdulillah,,utk saat ini mereka percaya.
Kabar kedua terjadi percakapan yg agak panas. Aku tak menyangka, seseorang yg selama ini ku harap bs membela kami, ternyata oh ternyata jauh dr harapan. Syubhat2 pun tertembak ke arahku. Spontan benteng pertahanan ku bangun mendadak. Tak tahan berlama2, Alloh menyelamatkanku dg adzan maghrib.
Wahai yg membolak-balikkan hati,,tetapkan hatiku atas agamaMu..
Kabar kedua terjadi percakapan yg agak panas. Aku tak menyangka, seseorang yg selama ini ku harap bs membela kami, ternyata oh ternyata jauh dr harapan. Syubhat2 pun tertembak ke arahku. Spontan benteng pertahanan ku bangun mendadak. Tak tahan berlama2, Alloh menyelamatkanku dg adzan maghrib.
Wahai yg membolak-balikkan hati,,tetapkan hatiku atas agamaMu..
Jumat, 26 Februari 2010
Tak tau judulnya
Sungguh suatu yg menyesakkan dada ketika ilmu yg telah diketahui (dimiliki) tak/belum bisa diamalkan.. Kurang bisa tanggap sikon dg cepat alias telmi (telat mikir) alias teltin (telat bertindak) saat melihat suatu yg 'salah' di depan mata. Lalu berakhirlah dg penyesalan..
"Ya Alloh, berikanlah pemahaman kepadaku dalam diin.." HR. Bukhori dan Muslim
"Ya Alloh, berikanlah pemahaman kepadaku dalam diin.." HR. Bukhori dan Muslim
Langganan:
Postingan (Atom)